Jakarta, 9 September 2026 – PT Gaya Makmur Mobil (GM Mobil) memperkuat portofolio kendaraan komersial berat di Indonesia dengan meluncurkan FAW FD660TH dalam ajang Mining Indonesia 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Tractor head terbaru tersebut menjadi salah satu kendaraan dengan spesifikasi tenaga terbesar yang dibawa perusahaan untuk memenuhi kebutuhan industri pertambangan dan logistik berat. Mesin FAW FD660TH mampu menghasilkan tenaga hingga 660 horsepower (HP) dengan torsi maksimum 3.300 Nm. Kendaraan ini dirancang menopang Gross Combination Weight (GCW) hingga 270 ton. Bersamaan dengan peluncuran tersebut, Gaya Makmur Group juga memamerkan teknologi kendaraan dan alat berat berbasis listrik serta hybrid sebagai bagian dari pengembangan solusi industri yang lebih efisien.
Mining Indonesia 2026 berlangsung pada 9-12 September 2026 dan menjadi salah satu panggung penting bagi perusahaan kendaraan komersial serta alat berat untuk memperkenalkan teknologi terbaru. GM Mobil memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan perkembangan lini FAW Trucks dan XCMG Trucks yang dipasarkannya di Indonesia. Produk yang dibawa tidak hanya berorientasi pada peningkatan tenaga dan kapasitas angkut, tetapi juga keselamatan, efisiensi operasional, digitalisasi armada, dan transisi menuju energi yang lebih bersih. Kehadiran FAW FD660TH menjadi salah satu representasi kebutuhan industri yang masih memerlukan kendaraan diesel berkemampuan sangat besar. Di sisi lain, lini EV memperlihatkan arah pengembangan transportasi berat yang mulai bergerak menuju elektrifikasi.
FAW FD660TH dibekali mesin yang menghasilkan tenaga maksimal 660 HP dengan torsi mencapai 3.300 Nm. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi ZF 12 percepatan yang dirancang menghadapi kebutuhan operasional kendaraan berat. Sistem transmisinya dilengkapi hydraulic retarder untuk memberikan kemampuan pengereman tambahan ketika kendaraan membawa muatan besar. Perangkat tersebut menjadi penting terutama saat kendaraan melintasi turunan panjang atau medan pertambangan yang membutuhkan pengendalian kecepatan secara konsisten. Dengan konfigurasi tersebut, FAW FD660TH diarahkan untuk aktivitas hauling berat yang menuntut kombinasi tenaga, kemampuan menarik beban, dan pengendalian kendaraan.
Kemampuan menopang GCW hingga 270 ton menjadi salah satu nilai utama tractor head tersebut. Kapasitas itu membuat FAW FD660TH dapat digunakan untuk menarik trailer berat pada aktivitas pertambangan maupun kebutuhan logistik tertentu. Operasional kendaraan pada sektor tersebut mempunyai karakter berbeda dibandingkan truk distribusi yang beroperasi di jalan perkotaan. Medan yang menanjak, turunan curam, permukaan jalan tidak selalu rata, serta beban besar membuat mesin dan sistem pengereman bekerja dalam kondisi berat. Karena itu, GM Mobil menempatkan FD660TH sebagai kendaraan yang ditujukan untuk segmen operasional dengan tuntutan produktivitas tinggi.
Aspek keselamatan juga mendapatkan perhatian melalui struktur kabin yang telah memenuhi standar UNECE R29. Standar tersebut berkaitan dengan ketahanan struktur kabin kendaraan komersial terhadap benturan untuk memberikan perlindungan tambahan kepada pengemudi. Pada kendaraan pertambangan dan angkutan berat, kekuatan kabin menjadi bagian penting karena unit dapat beroperasi dalam lingkungan dengan risiko lebih tinggi. Sistem pengereman tambahan melalui hydraulic retarder juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengendalian ketika kendaraan membawa beban besar. Kombinasi tenaga dan fitur keselamatan diharapkan dapat mendukung aktivitas operasional tanpa mengabaikan perlindungan pengemudi.
Selain FAW FD660TH, GM Mobil membawa beragam kendaraan untuk kebutuhan industri berbeda. Portofolio tersebut mencakup tractor head, dump truck, chassis cargo, mixer truck, light truck, manhaul, self loader, hingga fuel truck. Keragaman produk memungkinkan perusahaan menyasar kebutuhan sektor pertambangan, konstruksi, perkebunan, logistik, serta sejumlah industri lainnya. Setiap sektor mempunyai karakter operasional berbeda sehingga konfigurasi kendaraan perlu disesuaikan dengan beban dan kondisi lapangan. Strategi tersebut membuat perusahaan tidak hanya mengandalkan satu kategori kendaraan komersial.
Elektrifikasi menjadi bagian lain yang menonjol dalam keikutsertaan Gaya Makmur Group di Mining Indonesia tahun ini. GM Mobil memperkenalkan sejumlah truk listrik XCMG, yakni XT370DT, XT490DT, XT490TH, dan XT150CD. Kehadiran kendaraan tersebut menunjukkan teknologi EV mulai memasuki segmen kendaraan komersial berat yang selama ini sangat identik dengan mesin diesel. Penggunaan tenaga listrik menawarkan peluang untuk menekan emisi langsung dari kendaraan sekaligus mengurangi tingkat kebisingan ketika unit beroperasi. Namun, penerapannya tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan daya, infrastruktur pengisian, jarak operasional, karakter medan, serta total biaya kepemilikan.
Pada lini alat berat, PT Gaya Makmur Tractors (GM Tractors) turut memperlihatkan teknologi berbasis listrik dan hybrid. Beberapa produk yang menjadi perhatian antara lain Wheel Loader XCMG XC938 EV serta Excavator XE215EV. Teknologi tersebut ditujukan tidak hanya untuk industri pertambangan, tetapi juga berpotensi diterapkan pada konstruksi, perkebunan, logistik, material handling, dan sektor lain yang menggunakan alat berat dalam intensitas tinggi. Elektrifikasi alat berat menjadi salah satu arah perkembangan industri karena perusahaan semakin mempertimbangkan efisiensi energi dan pengurangan emisi. Meski demikian, pemilihan teknologi tetap perlu menyesuaikan karakter pekerjaan agar produktivitas operasional tidak terganggu.
Digitalisasi pengelolaan armada juga menjadi perhatian GM Mobil melalui teknologi GM Teletech. Sistem manajemen armada tersebut memungkinkan perusahaan pengguna kendaraan melakukan pemantauan unit secara real-time melalui komputer maupun telepon pintar. Bagi perusahaan yang mengoperasikan puluhan hingga ratusan kendaraan, kemampuan mengetahui kondisi armada dapat membantu proses pengelolaan operasional. Data kendaraan dapat digunakan untuk membantu pemantauan penggunaan unit sekaligus merencanakan perawatan secara lebih terstruktur. Digitalisasi seperti ini semakin relevan karena produktivitas kendaraan berat tidak hanya ditentukan tenaga mesin, tetapi juga kemampuan perusahaan mengurangi waktu kendaraan tidak beroperasi.
GM Mobil juga mengembangkan Reman Center untuk menangani perbaikan, rekondisi, dan remanufaktur komponen kendaraan berat. Fasilitas tersebut dirancang untuk mengembalikan komponen yang mengalami kerusakan agar dapat kembali digunakan setelah melewati proses teknis dan pengendalian kualitas. Remanufaktur dapat menjadi alternatif bagi operator armada untuk mengendalikan biaya dibandingkan selalu mengganti komponen tertentu dengan unit baru. Memperpanjang usia penggunaan komponen juga dapat membantu mengurangi limbah dari aktivitas kendaraan berat. Bagi sektor pertambangan dan logistik, biaya perawatan serta waktu berhentinya kendaraan mempunyai pengaruh langsung terhadap produktivitas.
Direktur Utama PT Gaya Makmur Mobil Frankie Makaminang menempatkan Mining Indonesia 2026 sebagai momentum perusahaan untuk memperkuat solusi transportasi bagi industri pertambangan, konstruksi, dan logistik. Tahun ini sekaligus menandai perjalanan 21 tahun Gaya Makmur Group sejak memulai aktivitasnya pada 2005. Hingga 2026, jaringan grup tersebut telah berkembang menjadi puluhan titik yang terdiri atas cabang, dealer, pusat servis, dan dukungan langsung di lokasi kerja dari Aceh hingga Jayapura. Jaringan purnajual menjadi faktor penting dalam bisnis kendaraan komersial karena pelanggan membutuhkan ketersediaan suku cadang serta dukungan teknis selama masa penggunaan unit. Keandalan layanan dapat menjadi pertimbangan yang sama pentingnya dengan spesifikasi kendaraan ketika perusahaan melakukan investasi armada.
Peluncuran FAW FD660TH memperlihatkan bahwa kebutuhan terhadap kendaraan bertenaga besar masih menjadi bagian penting industri pertambangan Indonesia. Tenaga 660 HP, torsi 3.300 Nm, transmisi ZF 12 percepatan, dan kemampuan GCW hingga 270 ton menjadi kombinasi yang ditawarkan untuk menjawab pekerjaan angkutan berat. Namun, pada saat bersamaan GM Mobil dan GM Tractors mulai memperluas pilihan melalui kendaraan serta alat berat EV dan hybrid. Dua pendekatan tersebut memperlihatkan industri masih membutuhkan teknologi konvensional berkapasitas besar sembari mempersiapkan transisi menuju sumber energi alternatif.
Kehadiran kendaraan diesel berperforma tinggi bersama truk listrik dan alat berat elektrifikasi pada satu pameran menggambarkan perubahan yang sedang berlangsung di sektor kendaraan berat. Produktivitas dan kemampuan membawa beban besar tetap menjadi kebutuhan utama, tetapi efisiensi energi, keselamatan, pemantauan digital, layanan purnajual, serta pengurangan emisi mulai mempunyai bobot semakin besar. GM Mobil berupaya menjawab perubahan tersebut melalui kombinasi produk, teknologi armada, dan dukungan servis. FAW FD660TH menjadi ujung tombak terbaru untuk pekerjaan berat, sedangkan lini EV dan hybrid membuka pilihan bagi perusahaan yang mulai mempertimbangkan elektrifikasi operasional. Mining Indonesia 2026 pun menjadi kesempatan bagi pelaku industri untuk melihat secara langsung bagaimana kendaraan dan alat berat generasi baru mulai menggabungkan tenaga besar dengan teknologi yang semakin efisien.




