Jakarta, 10 September 2026 – Masyarakat disarankan memiliki tas siaga bencana yang dapat langsung dibawa ketika harus meninggalkan rumah dalam kondisi darurat. Tas tersebut berisi kebutuhan dasar yang membantu seseorang bertahan selama periode awal setelah terjadi gempa bumi, banjir, erupsi gunung api, kebakaran maupun bencana lainnya. Dari sisi kesehatan, persiapan sebelum bencana dinilai penting karena akses terhadap obat-obatan, makanan, air bersih dan fasilitas medis dapat terganggu. Kondisi darurat juga sering membuat seseorang tidak mempunyai cukup waktu untuk mengumpulkan barang satu per satu. Karena itu, tas sebaiknya sudah disiapkan dan ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau seluruh anggota keluarga.
Dokter menyarankan isi tas disesuaikan dengan kebutuhan setiap anggota keluarga dan karakter risiko bencana di tempat tinggal. Tidak semua keluarga membutuhkan perlengkapan yang sama karena terdapat perbedaan usia, kondisi kesehatan dan jumlah anggota keluarga. Kebutuhan bayi, anak-anak, lansia dan orang yang rutin menggunakan obat tertentu harus mendapatkan perhatian khusus. Tas juga sebaiknya tidak terlalu berat sehingga masih dapat dibawa dengan cepat ketika proses evakuasi dilakukan. Prinsip utamanya adalah mengutamakan barang yang benar-benar diperlukan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan selama masa awal keadaan darurat.
Air minum menjadi kebutuhan yang perlu mendapatkan prioritas karena tubuh tetap membutuhkan cairan dalam situasi bencana. Persediaan air harus diperhitungkan sesuai jumlah anggota keluarga dan kemampuan membawa tas. Apabila memungkinkan, keluarga dapat menyiapkan cadangan air untuk kebutuhan beberapa hari di tempat yang aman selain membawa persediaan dalam tas. Botol sebaiknya tertutup rapat dan diperiksa secara berkala untuk memastikan masih layak dikonsumsi. Dalam situasi ketika air bersih sulit diperoleh, persediaan tersebut dapat membantu mencegah dehidrasi dan mengurangi risiko mengonsumsi air yang telah terkontaminasi.
Makanan siap konsumsi juga perlu disiapkan sebagai sumber energi ketika akses terhadap dapur atau tempat membeli makanan terputus. Pilihan dapat berupa makanan kaleng, biskuit, makanan berenergi tinggi atau produk lain yang mempunyai masa simpan relatif panjang. Makanan sebaiknya tidak membutuhkan banyak air maupun proses memasak sebelum dikonsumsi. Jika membawa makanan kaleng yang tidak menggunakan pembuka otomatis, pembuka kaleng manual perlu ikut dimasukkan. Masa kedaluwarsa seluruh persediaan harus diperiksa dan makanan diganti sebelum tidak lagi layak dikonsumsi.
Dari sisi kesehatan, kotak pertolongan pertama menjadi salah satu bagian terpenting dalam tas siaga. Perlengkapan tersebut dapat berisi kasa steril, perban, plester luka, antiseptik, sarung tangan sekali pakai, gunting kecil dan sejumlah kebutuhan pertolongan pertama lainnya. Obat-obatan dasar yang biasa digunakan keluarga juga dapat disertakan sesuai kebutuhan. Seluruh perlengkapan kesehatan sebaiknya ditempatkan dalam wadah yang terlindungi dari air dan mudah ditemukan. Pengguna juga perlu memahami fungsi masing-masing barang agar dapat menggunakannya dengan benar ketika bantuan tenaga medis belum tersedia.
Orang yang mempunyai obat rutin perlu memberikan perhatian lebih terhadap persediaannya. Obat resep untuk kondisi tertentu sebaiknya tersedia dalam jumlah yang memadai sesuai petunjuk dokter dan aturan penyimpanan. Salinan resep, nama obat, dosis serta informasi mengenai alergi juga dapat disimpan bersama dokumen kesehatan. Langkah tersebut berguna apabila seseorang harus mendapatkan pelayanan medis di fasilitas yang berbeda dari biasanya. Untuk obat yang membutuhkan suhu penyimpanan khusus, keluarga perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai cara terbaik membawanya dalam kondisi darurat.
Masker juga menjadi perlengkapan yang penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah berisiko terkena abu vulkanik atau debu dalam jumlah besar. Masker respirator seperti N95 dapat memberikan perlindungan lebih baik terhadap partikel halus apabila digunakan dengan benar dan terpasang rapat pada wajah. Kacamata pelindung dapat ditambahkan untuk membantu mengurangi paparan debu maupun abu pada mata. Masyarakat juga dianjurkan membawa cairan pembersih tangan dan perlengkapan kebersihan pribadi. Namun, masker tidak dapat memberikan perlindungan terhadap seluruh jenis gas berbahaya sehingga masyarakat tetap harus mengikuti perintah evakuasi petugas.
Senter dan sumber penerangan portabel perlu tersedia karena listrik dapat terputus setelah bencana. Pilihan yang menggunakan baterai maupun perangkat yang dapat diisi ulang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Baterai cadangan perlu disimpan terpisah agar tidak cepat habis atau mengalami kerusakan selama penyimpanan. Peluit juga dapat dimasukkan karena suara peluit lebih mudah digunakan untuk menarik perhatian dibandingkan berteriak terus-menerus. Perlengkapan sederhana tersebut dapat menjadi penting apabila seseorang terjebak atau membutuhkan bantuan petugas.
Telepon seluler tetap mempunyai peran penting untuk menerima informasi dan menghubungi keluarga maupun layanan darurat. Karena pasokan listrik mungkin terganggu, power bank yang telah terisi penuh sebaiknya disiapkan bersama kabel pengisi daya yang sesuai. Radio portabel dengan baterai juga dapat menjadi alternatif untuk memperoleh informasi apabila jaringan seluler mengalami gangguan. Nomor telepon penting sebaiknya tidak hanya tersimpan di ponsel, tetapi juga ditulis pada kertas. Cara tersebut memastikan informasi kontak masih tersedia ketika perangkat elektronik tidak dapat digunakan.
Dokumen penting merupakan bagian lain yang perlu diamankan. Salinan kartu identitas, kartu keluarga, dokumen kesehatan, polis asuransi dan dokumen lain yang dianggap penting dapat ditempatkan dalam kantong kedap air. Sejumlah uang tunai dalam pecahan kecil juga disarankan karena sistem pembayaran elektronik atau mesin ATM mungkin tidak dapat digunakan sementara waktu. Kunci cadangan rumah maupun kendaraan dapat disiapkan apabila memang diperlukan. Dokumen asli yang tidak harus dibawa sebaiknya tetap disimpan di tempat yang terlindungi dan aman.
Pakaian ganti secukupnya, pakaian dalam, jas hujan ringan serta selimut darurat dapat melengkapi isi tas. Alas kaki yang kuat juga penting karena jalan setelah bencana dapat dipenuhi pecahan kaca, puing maupun benda tajam. Perempuan dapat menyiapkan kebutuhan kebersihan menstruasi, sedangkan keluarga dengan bayi perlu membawa popok, makanan bayi dan perlengkapan lain yang sesuai. Lansia maupun penyandang disabilitas mungkin membutuhkan alat bantu tambahan, baterai perangkat medis atau perlengkapan khusus. Kebutuhan hewan peliharaan juga perlu dipertimbangkan apabila keluarga memilikinya.
Tas siaga tidak cukup hanya disiapkan sekali kemudian disimpan selama bertahun-tahun. Keluarga perlu memeriksa isinya secara berkala untuk melihat masa kedaluwarsa makanan, obat, baterai dan perlengkapan lainnya. Power bank harus kembali diisi, pakaian anak perlu disesuaikan dengan pertumbuhan, sementara kebutuhan medis dapat berubah dari waktu ke waktu. Pemeriksaan setiap beberapa bulan dapat menjadi kebiasaan yang membantu memastikan seluruh perlengkapan siap digunakan. Anggota keluarga juga perlu mengetahui lokasi tas agar tidak kebingungan ketika harus melakukan evakuasi.
Selain mempersiapkan perlengkapan, masyarakat tetap perlu mempunyai rencana evakuasi keluarga. Jalur keluar dari rumah, titik pertemuan, nomor kontak darurat dan lokasi tempat pengungsian perlu diketahui sebelum bencana terjadi. Tas siaga berfungsi mendukung proses tersebut dan bukan menggantikan instruksi dari petugas ketika keadaan darurat berlangsung. Persiapan sederhana dapat membantu mengurangi kepanikan karena kebutuhan dasar sudah tersedia ketika seseorang harus bergerak cepat. Dengan tas yang selalu diperiksa dan rencana evakuasi yang dipahami seluruh keluarga, masyarakat memiliki kesiapan lebih baik menghadapi situasi bencana yang dapat terjadi tanpa banyak waktu untuk bersiap.




