Jakarta, 6 September 2026 – Rombongan Persija Jakarta harus menjalani perjalanan panjang untuk kembali ke ibu kota setelah menyelesaikan pertandingan tandang melawan Borneo FC pada pekan pertama Super League 2026-2027. Erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan sebaran abu vulkanik dan penutupan sementara sejumlah bandara membuat rencana penerbangan langsung dari Samarinda menuju Jakarta tidak dapat dilakukan. Macan Kemayoran akhirnya memilih jalur alternatif dengan bergerak dari Samarinda menuju Balikpapan, kemudian melanjutkan penerbangan ke Yogyakarta sebelum menempuh perjalanan darat menuju Jakarta. Perubahan tersebut membuat durasi perjalanan menjadi jauh lebih panjang dibandingkan rencana awal. Persija harus melakukan penyesuaian demi memastikan seluruh pemain, pelatih, dan ofisial dapat kembali ke Jakarta dengan aman. Situasi ini terjadi sehari setelah Persija berhasil membawa pulang tiga poin dari markas Borneo FC.
Media Officer Persija Jakarta, Kukuh Wahyudi, menjelaskan perjalanan tim awalnya direncanakan berlangsung sederhana dengan penerbangan langsung dari Samarinda menuju Jakarta pada Minggu. Namun, perkembangan aktivitas Anak Krakatau dan dampaknya terhadap penerbangan membuat rencana tersebut harus diubah. Rombongan kemudian meninggalkan Samarinda menuju Balikpapan sebagai tahap pertama perjalanan. Dari Balikpapan, Persija menggunakan penerbangan menuju Yogyakarta karena penerbangan langsung ke kawasan Jakarta belum dapat diandalkan pada saat pengaturan perjalanan dilakukan. Setelah tiba di Yogyakarta, rombongan tidak kembali menggunakan pesawat untuk menuju ibu kota. Mereka memilih perjalanan darat karena status operasional bandara di sekitar Jakarta masih belum memberikan kepastian yang dibutuhkan tim.
Perubahan rute membuat perjalanan Persija menjadi Samarinda-Balikpapan-Yogyakarta-Jakarta. Perjalanan dari Samarinda menuju Balikpapan sendiri membutuhkan waktu tambahan sebelum rombongan dapat melanjutkan penerbangan dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Setelah itu, tim bertolak menuju Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo sebagai titik transit utama sebelum kembali ke ibu kota. Dari wilayah Yogyakarta, para pemain dan ofisial harus melanjutkan perjalanan menggunakan jalur darat menuju Jakarta. Rute tersebut tentu jauh lebih melelahkan dibandingkan penerbangan langsung yang sebelumnya telah direncanakan. Meski demikian, Persija memilih mengikuti perkembangan operasional transportasi dan mengutamakan keselamatan seluruh anggota rombongan.
Gangguan tersebut terjadi setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta termasuk fasilitas penerbangan yang harus ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Anak Krakatau pada Minggu. Selain Soekarno-Hatta, operasional Bandara Halim Perdanakusuma juga terdampak sehingga pilihan penerbangan menuju kawasan Jakarta menjadi semakin terbatas. Sejumlah bandara lain di Banten, Lampung, Jawa Barat, hingga wilayah sekitarnya turut melakukan penutupan sementara berdasarkan perkembangan sebaran abu. Langkah tersebut dilakukan karena abu vulkanik dapat membahayakan operasional pesawat apabila masuk ke jalur penerbangan maupun lingkungan bandara. Kondisi berubah secara dinamis sepanjang hari sehingga waktu pembukaan kembali masing-masing bandara harus menyesuaikan hasil pemantauan. Dampaknya tidak hanya dirasakan penumpang umum, tetapi juga klub olahraga yang sedang melakukan perjalanan antarkota.
Persija berada dalam situasi tersebut setelah menyelesaikan pertandingan melawan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, pada Sabtu malam. Tim asuhan Shin Tae-yong mendapatkan hasil positif dengan mengalahkan tuan rumah 1-0 dalam pertandingan pembuka mereka di Super League musim ini. Alexander Jeremejeff menjadi penentu kemenangan Macan Kemayoran setelah mencetak gol melalui sundulan pada masa tambahan waktu babak pertama. Gol tersebut berawal dari umpan Kerim Memija dan bertahan menjadi satu-satunya gol hingga pertandingan selesai. Kemenangan di Samarinda menjadi modal penting bagi Persija untuk membuka kompetisi dengan tiga poin. Namun, suasana setelah pertandingan kemudian diikuti persoalan perjalanan setelah kondisi penerbangan menuju Jakarta berubah akibat erupsi Anak Krakatau.
Perjalanan panjang setelah pertandingan menjadi tantangan tersendiri bagi kondisi fisik para pemain. Setelah menjalani laga kompetitif selama 90 menit, proses pemulihan biasanya menjadi salah satu prioritas agar pemain dapat segera kembali menjalani latihan. Perjalanan darat yang panjang dari Yogyakarta menuju Jakarta berpotensi mengurangi waktu istirahat yang seharusnya dapat digunakan untuk pemulihan. Tim pelatih karena itu perlu melakukan penyesuaian terhadap program setelah rombongan tiba di ibu kota. Kondisi masing-masing pemain juga perlu diperhatikan agar kelelahan perjalanan tidak mengganggu persiapan berikutnya. Persija mempunyai waktu beberapa hari untuk mengembalikan kebugaran sebelum kembali menjalani pertandingan kompetitif.
Situasi Persija sekaligus memperlihatkan bagaimana aktivitas vulkanik dapat memberikan efek berantai terhadap kompetisi olahraga nasional. Klub-klub peserta Super League memiliki jadwal perjalanan yang melibatkan penerbangan karena jarak antarkota di Indonesia cukup jauh. Gangguan pada bandara utama seperti Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma dapat langsung memengaruhi perjalanan tim yang bermarkas di Jakarta maupun wilayah sekitarnya. Perubahan penerbangan tidak hanya berdampak terhadap waktu kedatangan, tetapi juga berhubungan dengan akomodasi, transportasi darat, jadwal latihan, dan pemulihan pemain. Klub harus mempunyai rencana alternatif ketika kondisi seperti erupsi gunung api menyebabkan perubahan operasional transportasi secara mendadak. Persija dalam kasus ini memilih Yogyakarta sebagai titik yang memungkinkan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta melalui jalur darat.
Abu vulkanik memang menjadi salah satu ancaman yang mendapatkan perhatian serius dalam keselamatan penerbangan. Partikel abu yang sangat halus dapat mengganggu jarak pandang serta berpotensi masuk ke mesin pesawat dan memengaruhi sejumlah komponen penting. Karena itu, operasional penerbangan dapat dihentikan ketika hasil pemantauan menunjukkan lingkungan bandara atau jalur penerbangan tidak memenuhi kondisi keselamatan yang dibutuhkan. Penutupan dilakukan berdasarkan evaluasi teknis dan dapat diperpanjang apabila abu masih terdeteksi. Erupsi Anak Krakatau pada akhir pekan ini menyebabkan ratusan penerbangan mengalami pembatalan, penundaan, pengalihan, maupun penjadwalan ulang. Kondisi tersebut membuat ribuan penumpang harus menyesuaikan rencana perjalanan, termasuk rombongan Persija yang semula berharap dapat langsung kembali dari Samarinda.
Setelah perjalanan panjang tersebut selesai, perhatian Persija akan kembali diarahkan pada persiapan menghadapi pertandingan berikutnya. Macan Kemayoran akan menjalani laga kandang pertama musim ini dengan menghadapi Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 12 September 2026. Pertandingan tersebut diperkirakan menjadi ujian besar setelah Persija mengawali kompetisi dengan kemenangan di Samarinda. Shin Tae-yong perlu memastikan kondisi pemain kembali optimal setelah menjalani pertandingan tandang sekaligus perjalanan pulang yang tidak biasa. Waktu pemulihan menjadi semakin penting karena duel melawan Persib memiliki intensitas dan tekanan yang tinggi. Kemenangan atas Borneo memberikan kepercayaan diri, tetapi Persija tetap harus mengelola kebugaran pemain agar dampak perjalanan panjang tidak terbawa ke pertandingan selanjutnya.
Perubahan rute kepulangan Persija pada akhirnya menjadi konsekuensi dari kondisi alam yang tidak dapat diprediksi sepenuhnya. Rencana sederhana untuk terbang langsung dari Samarinda menuju Jakarta harus berubah menjadi perjalanan melalui Balikpapan dan Yogyakarta sebelum dilanjutkan menggunakan jalur darat. Meski membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar, pilihan tersebut diambil agar rombongan dapat tetap kembali ke ibu kota ketika penerbangan menuju Jakarta terganggu. Persija kini harus menyeimbangkan proses pemulihan pemain dengan persiapan menghadapi pertandingan berikutnya setelah mendapatkan hasil positif pada laga pembuka musim. Erupsi Anak Krakatau juga menjadi pengingat bahwa perjalanan klub sepak bola di Indonesia dapat dipengaruhi berbagai faktor di luar pertandingan, termasuk kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik. Bagi Macan Kemayoran, fokus utama setelah tiba di Jakarta adalah mengembalikan kondisi pemain dan menjaga momentum kemenangan yang berhasil mereka raih di Samarinda.





