Jakarta, 29 Oktober 2026 – Tren kecantikan Korea Selatan atau K-Beauty kembali menarik perhatian melalui kebiasaan sederhana yang disebut dapat membantu menjaga kesehatan rambut, yakni mengganti posisi belahan secara berkala. Kebiasaan ini menjadi pembahasan karena banyak orang terbiasa mempertahankan belahan rambut pada posisi yang sama selama bertahun-tahun. Dalam sejumlah praktik perawatan rambut, perubahan belahan dianggap dapat membantu mengurangi tekanan berulang pada area tertentu sekaligus memberikan tampilan rambut yang lebih bervolume. Meski demikian, mengganti belahan rambut bukanlah metode yang terbukti dapat menghentikan seluruh jenis kerontokan. Kesehatan rambut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi kulit kepala, genetik, hormon, nutrisi, serta kebiasaan penataan sehari-hari. Oleh karena itu, tren tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari perawatan rambut yang lebih menyeluruh, bukan sebagai pengganti penanganan medis ketika kerontokan terjadi secara berlebihan.
Kebiasaan mempertahankan belahan rambut pada satu sisi dapat membuat area kulit kepala yang sama terus-menerus terbuka terhadap lingkungan luar. Paparan sinar matahari pada garis belahan berpotensi memengaruhi kondisi kulit kepala, terutama apabila seseorang sering beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan memadai. Selain itu, kebiasaan menyisir rambut dengan arah yang sama dapat menyebabkan pola penataan tertentu menjadi semakin menetap. Dalam praktik kecantikan, perubahan arah belahan sering digunakan untuk menciptakan kesan rambut lebih tebal karena akar rambut terangkat dari posisi biasanya. Efek tersebut terutama berkaitan dengan perubahan bentuk dan volume rambut, bukan peningkatan jumlah folikel rambut. Jika seseorang mengalami kerontokan akibat faktor hormonal atau kondisi medis tertentu, mengganti posisi belahan saja tidak akan mengatasi penyebab utamanya. Namun, perubahan sederhana ini dapat menjadi pilihan penataan yang relatif mudah dilakukan tanpa memerlukan produk tambahan.
Salah satu alasan tren mengganti belahan rambut mendapat perhatian adalah meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan kulit kepala dalam rutinitas K-Beauty. Perawatan rambut tidak lagi hanya berfokus pada kilau dan kelembutan helaian, tetapi juga pada kondisi kulit kepala sebagai tempat tumbuhnya rambut. Kulit kepala yang mengalami iritasi, peradangan, atau penumpukan produk tertentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan memerlukan penanganan sesuai penyebabnya. Dalam konteks tersebut, kebiasaan menata rambut secara lembut menjadi bagian penting dari perawatan sehari-hari. Mengubah posisi belahan dapat membantu mengurangi paparan berulang pada satu garis kulit kepala, terutama bila disertai perlindungan dari sinar matahari. Akan tetapi, belum terdapat bukti klinis kuat bahwa pergantian belahan secara rutin dapat mencegah kerontokan rambut secara langsung. Manfaat yang lebih jelas terlihat adalah perubahan tampilan rambut, variasi gaya, dan berkurangnya kebiasaan menarik rambut pada arah tertentu apabila penataannya dilakukan dengan benar.
Kerontokan rambut sendiri merupakan kondisi yang dapat terjadi secara alami sebagai bagian dari siklus pertumbuhan rambut manusia. Secara umum, seseorang dapat kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut setiap hari tanpa selalu menunjukkan adanya gangguan kesehatan. Rambut mengalami fase pertumbuhan, transisi, istirahat, dan pelepasan sebelum folikel kembali memulai siklus berikutnya. Namun, kerontokan yang meningkat secara mendadak atau berlangsung terus-menerus dapat berkaitan dengan berbagai kondisi yang membutuhkan perhatian. Faktor seperti stres fisik, perubahan hormonal, kekurangan zat gizi tertentu, gangguan tiroid, dan penyakit kulit kepala dapat memengaruhi jumlah rambut yang rontok. Selain itu, penggunaan gaya rambut yang terlalu ketat secara berulang dapat menyebabkan traction alopecia, yaitu kerontokan akibat tarikan berkepanjangan pada folikel. Dalam kondisi tersebut, mengurangi tarikan dan mengubah kebiasaan penataan lebih relevan dibandingkan sekadar memindahkan garis belahan rambut.
Bagi masyarakat yang ingin mencoba tren K-Beauty ini, perubahan belahan rambut dapat dilakukan secara bertahap sesuai jenis dan panjang rambut. Seseorang yang biasanya menggunakan belahan tengah dapat mencoba belahan samping, sedangkan pengguna belahan samping dapat memindahkannya ke arah berlawanan. Rambut dapat ditata menggunakan sisir bergigi jarang atau jari tangan untuk mengurangi gesekan yang tidak diperlukan. Penggunaan pengering rambut dengan suhu rendah juga dapat membantu membentuk arah baru tanpa memberikan panas berlebihan pada helaian rambut. Apabila rambut sulit mengikuti arah belahan yang berbeda, perubahan dapat dilakukan ketika rambut masih sedikit lembap dan ditata tanpa menarik akar secara kuat. Penting pula menghindari penggunaan produk penataan secara berlebihan apabila produk tersebut menyebabkan iritasi atau penumpukan pada kulit kepala. Dengan teknik yang lembut, pergantian belahan dapat menjadi variasi gaya rambut yang praktis sekaligus mendukung kebiasaan penataan yang lebih hati-hati.
Popularitas tren perawatan rambut dari Korea Selatan juga dipengaruhi oleh perkembangan media sosial yang mempercepat penyebaran berbagai tips kecantikan. Video singkat mengenai perubahan belahan rambut sering memperlihatkan perbedaan volume sebelum dan sesudah penataan sehingga menarik perhatian pengguna. Hasil visual tersebut dapat memberikan kesan bahwa rambut menjadi lebih tebal dalam waktu singkat, padahal perubahan biasanya terjadi karena posisi akar dan arah jatuhnya helaian rambut. Perbedaan antara efek kosmetik dan manfaat kesehatan perlu dipahami agar masyarakat tidak memiliki harapan yang berlebihan terhadap suatu metode perawatan. Konsumen juga sebaiknya berhati-hati terhadap klaim bahwa teknik sederhana dapat menyembuhkan kebotakan atau mengembalikan pertumbuhan rambut tanpa bukti ilmiah yang memadai. Jika kerontokan disertai penipisan nyata, munculnya area botak, rasa gatal berat, atau peradangan kulit kepala, pemeriksaan dokter kulit dapat membantu menemukan penyebabnya. Penanganan yang sesuai sejak awal penting karena beberapa jenis kerontokan dapat memburuk apabila faktor penyebabnya tidak segera ditangani.
Ke depan, tren mengganti belahan rambut dapat menjadi bagian dari pendekatan perawatan yang mengutamakan kebiasaan sederhana dan perhatian terhadap kesehatan kulit kepala. Masyarakat tidak perlu melakukan perubahan secara berlebihan atau mengikuti jadwal tertentu karena belum ada ketentuan medis yang menetapkan frekuensi ideal pergantian belahan untuk mencegah kerontokan. Hal yang lebih penting adalah menjaga kebersihan kulit kepala, menggunakan produk sesuai kebutuhan, serta menghindari penataan yang memberikan tekanan berulang pada akar rambut. Perlindungan terhadap paparan sinar matahari juga perlu diperhatikan, terutama pada bagian kulit kepala yang terlihat melalui garis belahan. Pola makan bergizi seimbang, pengelolaan stres, dan penanganan gangguan kesehatan yang mendasari turut berperan dalam menjaga kondisi rambut secara keseluruhan. Tren K-Beauty tersebut menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam rutinitas kecantikan dapat memberikan manfaat praktis, khususnya dalam menciptakan variasi tampilan dan mengurangi kebiasaan penataan yang kurang tepat. Namun, untuk mengatasi kerontokan secara efektif, masyarakat tetap perlu memahami penyebabnya dan memilih langkah perawatan berdasarkan kondisi rambut serta bukti kesehatan yang dapat dipertanggungjawabkan.




