Jakarta, 23 Mei 2026 – Pimpinan Danantara akhirnya buka suara terkait anggapan yang menyebut banyak badan usaha milik negara atau BUMN tidak menghasilkan keuntungan bagi negara. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa sejumlah perusahaan pelat merah justru menunjukkan performa bisnis yang terus membaik dalam beberapa tahun terakhir. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap berbagai kritik yang berkembang di ruang publik mengenai efektivitas pengelolaan perusahaan negara. Menurutnya, penilaian terhadap BUMN tidak bisa dilakukan secara umum tanpa melihat data kinerja dan kontribusi masing-masing perusahaan secara menyeluruh. Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami besarnya peran BUMN dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dan mendukung pembangunan strategis pemerintah.
Untuk memperkuat pernyataannya, pihak Danantara memaparkan sejumlah indikator keuangan yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di beberapa sektor penting milik negara. Sektor perbankan, energi, telekomunikasi, hingga infrastruktur disebut masih menjadi penyumbang utama keuntungan yang signifikan bagi negara setiap tahunnya. Selain itu, kontribusi dividen BUMN terhadap pendapatan negara juga diklaim terus meningkat dan menjadi salah satu sumber penerimaan penting dalam anggaran nasional. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa transformasi dan efisiensi yang dilakukan pemerintah mulai memberikan hasil positif terhadap kesehatan perusahaan pelat merah. Ia juga menegaskan bahwa tantangan global dan kondisi ekonomi internasional tidak menghentikan upaya BUMN untuk tetap kompetitif di pasar domestik maupun internasional.
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan diskusi luas mengenai posisi dan peran strategis BUMN dalam perekonomian Indonesia. Sejumlah pengamat menilai bahwa perusahaan negara memang memiliki fungsi ganda, yakni sebagai entitas bisnis yang mencari keuntungan sekaligus alat pemerintah untuk menjaga stabilitas sektor vital tertentu. Dalam beberapa kasus, BUMN bahkan tetap menjalankan pelayanan publik meski margin keuntungan tidak sebesar perusahaan swasta murni. Kondisi inilah yang membuat sebagian masyarakat menilai kinerja BUMN hanya dari sisi laba semata tanpa mempertimbangkan fungsi sosial dan ekonomi yang dijalankan. Meski demikian, pengawasan terhadap tata kelola perusahaan negara tetap dianggap penting agar efisiensi dan transparansi terus terjaga.
Di sisi lain, pihak Danantara juga mengakui bahwa masih ada sejumlah BUMN yang menghadapi tantangan serius, terutama perusahaan yang bergerak di sektor dengan tekanan pasar tinggi atau memiliki beban restrukturisasi besar. Namun, menurutnya kondisi tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk menyimpulkan seluruh perusahaan negara mengalami kerugian. Pemerintah disebut terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar perusahaan yang kurang sehat dapat kembali meningkatkan performa bisnisnya. Langkah transformasi digital, efisiensi operasional, hingga restrukturisasi utang menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing perusahaan milik negara. Ia optimistis dengan pengelolaan yang lebih modern dan profesional, kontribusi BUMN terhadap ekonomi nasional akan semakin besar di masa mendatang.
Perdebatan mengenai untung atau tidaknya BUMN diperkirakan masih akan terus menjadi perhatian publik, terutama di tengah meningkatnya tuntutan transparansi terhadap pengelolaan aset negara. Namun, pihak Danantara menilai data keuangan dan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional menjadi bukti bahwa banyak BUMN tetap memiliki kinerja positif dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Selain menghasilkan keuntungan, perusahaan negara juga disebut berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja, membangun infrastruktur, dan menjaga kestabilan sektor strategis nasional. Publik kini diharapkan dapat melihat kinerja BUMN secara lebih objektif berdasarkan data dan pencapaian yang ada. Dengan berbagai transformasi yang terus dilakukan, perusahaan negara diyakini masih akan menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.







