Jakarta, 27 Agustus 2026 – Nama Abdul Muidz Aad menjadi salah satu sosok yang menarik perhatian dalam perkembangan perusahaan teknologi dari daerah. Berawal dari pengalaman sebagai tenaga pemasaran, Aad kemudian membangun MPStore yang berkembang menjadi platform digital untuk membantu warung dan pelaku UMKM.
Perjalanan tersebut membawa perusahaan yang didirikannya, PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX), mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Februari 2024. Langkah itu menjadikan MPIX sebagai perusahaan teknologi asal Madura yang pertama melantai di bursa.
Berawal dari Pengalaman di Dunia Penjualan
Abdul Muidz Aad lahir di Bangkalan, Madura, pada 7 Agustus 1987. Sebelum terjun membangun bisnis teknologi, ia memiliki pengalaman panjang di bidang pemasaran.
Aad mengawali karier dari posisi yang berhubungan langsung dengan konsumen. Pengalaman tersebut kemudian membawanya dipercaya menduduki posisi manajerial di perusahaan.
Ia juga pernah menjadi manajer penjualan regional di perusahaan telekomunikasi. Pengalaman memahami kebutuhan pedagang dan jaringan distribusi inilah yang kemudian menjadi salah satu bekal ketika Aad membangun bisnis digital.
Di sisi pendidikan, Aad menyelesaikan program sarjana di STIE YAPAN Surabaya dan kemudian melanjutkan pendidikan magister manajemen di Universitas Trunojoyo Madura.
MPStore Lahir pada 2018
Pada 2018, Aad mulai mengembangkan aplikasi yang awalnya berangkat dari kebutuhan transaksi pulsa. Dari aplikasi sederhana tersebut, konsep MPStore kemudian berkembang menjadi platform digital yang menyasar pedagang tradisional.
MPStore dirancang untuk membantu pemilik warung menjalankan berbagai aktivitas bisnis melalui satu platform. Layanannya mencakup pembayaran digital, produk digital, pencatatan transaksi, pengelolaan keuangan hingga kebutuhan kulakan.
Pendekatan tersebut membuat MPStore tidak sekadar menjadi aplikasi transaksi, tetapi berkembang sebagai ekosistem digital bagi warung dan UMKM.
Mengangkat Warung Madura ke Era Digital
Salah satu fokus utama Aad adalah membantu warung tradisional beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Melalui MPStore, pemilik warung dapat melakukan berbagai aktivitas secara digital, termasuk menerima pembayaran menggunakan QRIS, menjual produk digital, mencatat transaksi dan laporan keuangan, serta mengembangkan penjualan secara daring.
Teknologi tersebut ditujukan agar warung tradisional memiliki kemampuan yang sebelumnya lebih identik dengan bisnis ritel modern.
Digitalisasi juga memberikan data transaksi yang lebih terstruktur. Rekam transaksi tersebut dapat membantu pemilik usaha memahami kondisi bisnis sekaligus membuka peluang memperoleh akses pembiayaan yang lebih baik.
Tumbuh Tanpa Bergantung Modal Ventura
Salah satu bagian menarik dari perjalanan MPStore adalah perusahaan tersebut berkembang dari daerah tanpa terlebih dahulu mengandalkan pendanaan modal ventura.
Aad membangun bisnis dengan berangkat dari kebutuhan nyata pedagang. Strategi tersebut membuat MPStore berkembang secara bertahap hingga memiliki basis pengguna yang besar.
Pada awal 2024, jumlah toko yang menggunakan aplikasi MPStore telah mencapai sekitar 600 ribu toko, menunjukkan besarnya jaringan yang berhasil dibangun perusahaan tersebut.
Dalam perkembangan terbaru, MPStore disebut telah melayani hampir satu juta merchant aktif di berbagai daerah Indonesia.
Berhasil Melantai di Bursa
Perjalanan panjang tersebut mencapai salah satu tonggak terbesar ketika PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk resmi mencatatkan sahamnya di BEI pada 7 Februari 2024 dengan kode saham MPIX.
Pencatatan saham tersebut menjadi momen penting bagi ekosistem teknologi Madura karena MPIX disebut sebagai perusahaan teknologi pertama dari Madura yang berhasil masuk bursa.
Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa perusahaan berbasis teknologi tidak harus selalu lahir dari Jakarta atau pusat-pusat teknologi nasional. Dari Bangkalan, sebuah perusahaan dapat membangun produk, jaringan pengguna dan model bisnis hingga akhirnya menjadi perusahaan terbuka.
Tak Berhenti di Pembayaran Digital
MPStore kini mengembangkan berbagai layanan untuk mendukung kebutuhan pedagang. Ekosistemnya mencakup sistem pembayaran digital, rantai pasok, perangkat kasir, produk digital hingga layanan yang berkaitan dengan pembiayaan UMKM.
Perusahaan juga mulai merambah sektor kendaraan listrik. Pada 2026, MPStore bekerja sama dengan PT VGreen Global Charging Station Investment Indonesia untuk mengembangkan jaringan Battery Swap Station (BSS) di jaringan warung yang dikelola MPStore, dengan target pengembangan hingga 20.000 unit secara bertahap.
Langkah tersebut memperlihatkan upaya MPStore memperluas fungsi warung dari sekadar tempat berbelanja kebutuhan sehari-hari menjadi bagian dari ekosistem layanan digital dan mobilitas.
Membawa Nama Madura ke Panggung Teknologi
Aad juga tidak hanya mengembangkan bisnis di dalam negeri. Ia pernah mewakili Indonesia dalam berbagai forum teknologi finansial internasional, termasuk Dubai Fintech Summit dan Singapore Fintech Festival.
Perjalanan tersebut membuat sosok Aad kerap dikaitkan dengan perkembangan digitalisasi warung Madura. Ia membuktikan bahwa pengalaman memahami kebutuhan pedagang di lapangan dapat diterjemahkan menjadi solusi teknologi yang memiliki skala nasional.
Kini, MPStore menjadi salah satu contoh perusahaan teknologi yang tumbuh dari daerah dan berhasil mencapai pasar modal.
Kisah Abdul Muidz Aad menunjukkan bahwa perjalanan menuju bursa tidak selalu dimulai dari perusahaan besar atau pusat teknologi. Dari Bangkalan, pengalaman sebagai tenaga pemasaran dan pemahaman terhadap kebutuhan warung berkembang menjadi MPStore, hingga akhirnya PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk mencatatkan diri sebagai perusahaan teknologi pertama asal Madura yang melantai di BEI.




