Jakarta, 22 September 2026 – Kabar mengejutkan muncul menjelang bergulirnya FIFA ASEAN Cup 2026. Sejumlah media Vietnam melaporkan hadiah untuk juara Division 1 dikabarkan mengalami pemangkasan sebesar 35 persen dari rencana awal. Nilai hadiah yang sebelumnya disebut mencapai 1 juta dolar AS turun menjadi 650.000 dolar AS. Dengan demikian, terdapat pengurangan sekitar 350.000 dolar AS dari skema yang sebelumnya beredar. Namun hingga Selasa, FIFA belum mengumumkan secara resmi perubahan struktur hadiah tersebut.
Informasi mengenai pemangkasan hadiah tersebut dilaporkan media Vietnam dengan merujuk pemberitaan dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Thailand. Sebelumnya, juara Division 1 FIFA ASEAN Cup 2026 direncanakan memperoleh hadiah 1 juta dolar AS. Jika perubahan menjadi 650.000 dolar AS benar diterapkan, nilainya turun tepat 35 persen dibandingkan rencana awal. Kabar tersebut muncul hanya beberapa hari sebelum turnamen edisi perdana dimulai. Situasi ini membuat struktur hadiah menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian menjelang pertandingan pembuka.
Sebelum muncul kabar terbaru, skema hadiah FIFA ASEAN Cup 2026 memang tergolong besar untuk kompetisi regional. Juara Division 1 disebut akan membawa pulang 1 juta dolar AS, sedangkan pemenang Division 2 memperoleh 300.000 dolar AS. Setiap tim peserta juga disebut mendapat dana partisipasi sebesar 125.000 dolar AS dan berpeluang memperoleh tambahan berdasarkan hasil pertandingan. Total hadiah turnamen sebelumnya diperkirakan melampaui 4 juta dolar AS. Skema tersebut menjadi salah satu daya tarik utama turnamen baru yang diselenggarakan langsung oleh FIFA.
Selain hadiah juara yang dikabarkan dipangkas, sejumlah laporan menyebut bonus kemenangan per pertandingan yang sebelumnya direncanakan juga berpotensi dihapus dari struktur terbaru. Apabila informasi itu terkonfirmasi, total pendapatan yang bisa diperoleh setiap peserta akan lebih rendah dibandingkan skema awal. Meski demikian, belum terdapat pengumuman resmi FIFA yang merinci perubahan setiap komponen hadiah. Karena itu, angka 650.000 dolar AS saat ini masih perlu diperlakukan sebagai laporan media, bukan keputusan resmi yang telah diumumkan FIFA. Kepastian mengenai struktur akhir hadiah masih menunggu keterangan penyelenggara.
Kabar pemangkasan muncul bersamaan dengan persoalan komersialisasi hak siar FIFA ASEAN Cup 2026 di sejumlah negara. Harga hak siar di beberapa pasar sebelumnya dilaporkan ditawarkan sekitar 3 juta dolar AS. Dalam perkembangannya, angka tersebut disebut mengalami penyesuaian hingga sekitar 2 juta dolar AS untuk meningkatkan peluang tercapainya kesepakatan dengan pemegang hak siar. Meski demikian, proses penjualan di beberapa negara dilaporkan masih menghadapi kendala menjelang dimulainya turnamen. Belum ada keterangan resmi yang memastikan bahwa persoalan hak siar menjadi penyebab langsung perubahan hadiah.
Media Vietnam juga menyoroti posisi negaranya yang belum memiliki kepastian luas mengenai penayangan turnamen ketika kabar perubahan hadiah muncul. Di beberapa pasar lain, kesepakatan hak siar telah diumumkan lebih dahulu. Kondisi tersebut membuat aspek komersial turnamen menjadi perhatian selain persaingan di lapangan. FIFA ASEAN Cup merupakan kompetisi baru sehingga penyelenggara masih membangun nilai komersial dan jangkauan penontonnya. Edisi pertama ini akan menjadi tolok ukur mengenai daya tarik turnamen terhadap penonton maupun mitra penyiaran di kawasan.
FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026 dengan melibatkan 14 tim. Turnamen dibagi menjadi dua level kompetisi, yakni Division 1 dan Division 2. Pertandingan Division 1 dimainkan di Indonesia dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, serta Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, sebagai arena pertandingan. Sementara itu, Division 2 berlangsung di Hong Kong dengan pertandingan dimainkan di Kai Tak dan Mong Kok. Format tersebut membuat turnamen berbeda dengan ASEAN Championship yang selama ini berada di bawah penyelenggaraan AFF.
Pada Division 1, delapan peserta dibagi ke dalam dua grup. Indonesia berada satu grup dengan Malaysia, Singapura, dan Bangladesh, sementara Vietnam berada bersama Thailand, Filipina, dan Pakistan. Juara masing-masing grup langsung melaju ke pertandingan final tanpa melalui babak semifinal. Dua tim yang menempati posisi kedua grup akan bertanding memperebutkan peringkat ketiga. Sistem tersebut membuat setiap pertandingan fase grup memiliki pengaruh besar terhadap peluang tim mencapai partai puncak.
Sebelum laporan pemangkasan muncul, hadiah 1 juta dolar AS menjadi salah satu pembeda FIFA ASEAN Cup dengan kompetisi regional lainnya. Besaran tersebut sebelumnya dipublikasikan sebagai hadiah yang akan diterima juara Division 1, sementara seluruh peserta juga memperoleh dukungan finansial untuk mengikuti turnamen. Bahkan pada 16 September, laporan mengenai struktur hadiah masih mencantumkan angka 1 juta dolar AS untuk juara kasta teratas. Perubahan menjadi 650.000 dolar AS karena itu menjadi perhatian karena terjadi sangat dekat dengan waktu penyelenggaraan. Hingga kini, informasi resmi FIFA yang tersedia mengenai turnamen lebih banyak memuat peserta, format, venue, dan jadwal pertandingan.
Dengan turnamen segera dimulai, kepastian mengenai besaran hadiah kini menunggu penjelasan resmi FIFA. Laporan media Vietnam menyebut hadiah juara Division 1 turun dari 1 juta menjadi 650.000 dolar AS atau berkurang 35 persen, tetapi FIFA belum mengonfirmasi angka tersebut melalui pengumuman resminya. Karena itu, struktur hadiah yang sebelumnya diumumkan dan laporan terbaru masih menunjukkan perbedaan. Terlepas dari persoalan tersebut, FIFA ASEAN Cup 2026 tetap dijadwalkan berlangsung sesuai agenda dengan Indonesia menjadi tuan rumah Division 1. Perkembangan berikutnya akan menentukan apakah pemangkasan hadiah benar-benar diterapkan atau skema awal tetap dipertahankan.





