Jakarta, 3 September 2026 – Mitsubishi Pajero generasi terbaru menjadi perhatian menjelang kemunculannya setelah sejumlah informasi mengenai spesifikasi SUV tersebut mulai beredar. Model yang disebut sebagai generasi kelima Pajero itu diperkirakan tetap mempertahankan karakter kendaraan tangguh dengan kemampuan melintasi berbagai kondisi jalan, tetapi membawa pembaruan besar pada platform, teknologi, desain, dan sistem penggeraknya. Salah satu bagian yang paling menarik adalah penggunaan mesin diesel empat silinder berkapasitas 2,4 liter dengan teknologi turbo yang dikembangkan untuk menghasilkan tenaga besar sekaligus torsi tinggi. Konfigurasi tersebut sejalan dengan strategi Mitsubishi mempertahankan kemampuan off-road sebagai salah satu identitas utama Pajero. Selain mesin diesel, sejumlah laporan juga menyebut kemungkinan hadirnya sistem elektrifikasi atau hybrid pada pengembangan model tersebut. Meski demikian, sebagian spesifikasi masih bersifat laporan dan perkiraan menjelang pengungkapan resmi sehingga detail akhir dapat berbeda ketika Mitsubishi memperkenalkan versi produksinya.
Mesin diesel yang dikaitkan dengan Pajero terbaru adalah unit 2,4 liter empat silinder dengan teknologi twin-turbo yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 150 kW atau setara 201 hingga 204 PS. Torsi maksimumnya diperkirakan berada pada kisaran 470 Nm sehingga memberikan tenaga putaran bawah yang besar untuk kebutuhan perjalanan jarak jauh maupun melewati medan berat. Karakter tersebut menjadi penting bagi Pajero karena kendaraan ini sejak awal dikembangkan bukan hanya sebagai SUV untuk penggunaan perkotaan. Mesin diesel berkapasitas relatif kompak juga memberikan peluang memperoleh keseimbangan antara performa dan efisiensi bahan bakar dibandingkan menggunakan mesin berkapasitas jauh lebih besar. Tenaga mesin diperkirakan disalurkan melalui transmisi otomatis yang disesuaikan dengan kebutuhan SUV berpenggerak empat roda. Kombinasi tenaga dan torsi tersebut juga membuat Pajero generasi baru berpotensi memiliki kemampuan menarik beban serta melintasi tanjakan yang tetap menjadi salah satu kebutuhan pengguna SUV besar.
Salah satu informasi yang banyak muncul mengarah pada penggunaan mesin berkode 4N16 yang telah digunakan pada generasi terbaru Mitsubishi Triton. Mesin tersebut tersedia dalam beberapa konfigurasi tenaga, termasuk versi turbo tunggal sekitar 184 PS serta twin-turbo yang dapat menghasilkan sekitar 204 PS. Jika konfigurasi bertenaga lebih tinggi digunakan pada Pajero, performanya akan berada di atas mesin diesel 4N15 2,4 liter yang saat ini digunakan pada Pajero Sport Dakar di Indonesia. Sebagai perbandingan, mesin 4N15 Pajero Sport menghasilkan sekitar 181 PS dengan torsi maksimum 430 Nm. Peningkatan menuju sekitar 470 Nm akan memberikan tambahan kemampuan terutama ketika kendaraan membutuhkan tenaga besar pada putaran rendah. Namun Mitsubishi masih perlu mengungkap konfigurasi final untuk memastikan apakah seluruh pasar memperoleh spesifikasi mesin yang sama atau terdapat penyesuaian berdasarkan kebutuhan dan regulasi masing-masing negara.
Perubahan besar lainnya diperkirakan terdapat pada konstruksi kendaraan dengan penggunaan basis ladder frame yang memiliki hubungan dengan platform Mitsubishi Triton generasi terbaru. Pendekatan tersebut akan memberikan Pajero karakter berbeda dibandingkan SUV dengan struktur monokok karena rangka terpisah memiliki keunggulan untuk penggunaan berat dan perjalanan off-road. Ladder frame mampu menerima beban serta tekanan yang besar ketika kendaraan melewati permukaan tidak rata, tanjakan, jalan berbatu, maupun kondisi dengan artikulasi roda tinggi. Mitsubishi memiliki pengalaman panjang menggunakan konstruksi semacam itu pada kendaraan pikap dan SUV sehingga teknologi yang telah dikembangkan pada Triton dapat menjadi fondasi bagi Pajero. Penggunaan platform bersama juga memungkinkan produsen meningkatkan efisiensi pengembangan sekaligus memanfaatkan komponen yang telah melalui pengujian pada kendaraan lain. Meski berbagi basis, pengaturan suspensi dan karakter berkendara Pajero diperkirakan dibuat lebih berorientasi pada kenyamanan penumpang.
Sistem penggerak empat roda diperkirakan kembali menjadi salah satu kekuatan utama dengan penggunaan teknologi Super Select 4WD II. Sistem tersebut selama ini menjadi ciri kendaraan Mitsubishi yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas ketika berpindah dari jalan beraspal menuju kondisi yang lebih menantang. Pengemudi dapat memilih konfigurasi penggerak berdasarkan permukaan jalan sehingga distribusi tenaga dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Pada penggunaan normal, sistem dapat memberikan karakter yang lebih sesuai untuk perjalanan sehari-hari, sedangkan mode tertentu digunakan ketika kendaraan menghadapi permukaan licin atau medan berat. Generasi terbaru juga berpotensi memperoleh penyempurnaan pada sistem kontrol traksi dan mode berkendara berdasarkan perkembangan teknologi Mitsubishi pada Triton. Kombinasi mesin bertorsi besar, konstruksi ladder frame, dan sistem 4WD tersebut menunjukkan bahwa kemampuan off-road masih menjadi bagian penting dari konsep Pajero baru.
Dari sisi desain, Pajero generasi terbaru diperkirakan mempertahankan bentuk SUV besar dengan proporsi tegak dan karakter visual yang lebih kuat. Bagian depan kemungkinan mengadopsi perkembangan bahasa desain Mitsubishi dengan gril berukuran besar, lampu modern, serta struktur bumper yang memberikan kesan kokoh. Dimensi bodi yang besar memungkinkan ruang kabin tetap menjadi salah satu daya tarik utama, terutama apabila Mitsubishi mempertahankan konfigurasi tiga baris tempat duduk. Bentuk bodi juga perlu mempertimbangkan kebutuhan visibilitas ketika kendaraan digunakan di medan berat sekaligus memberikan aerodinamika yang lebih baik untuk perjalanan berkecepatan tinggi. Pelek berdiameter besar dan ban dengan profil yang tetap mendukung penggunaan di berbagai permukaan diperkirakan melengkapi desain eksterior. Mitsubishi kemungkinan berusaha menyeimbangkan karakter premium dengan identitas fungsional sehingga Pajero tidak kehilangan penampilan khas kendaraan off-road.
Kabin menjadi bagian yang diperkirakan memperoleh perubahan signifikan dibandingkan Pajero generasi sebelumnya yang produksinya telah dihentikan beberapa tahun lalu. Sistem hiburan layar sentuh berukuran besar, panel instrumen digital, konektivitas telepon pintar, pengisian daya perangkat, serta berbagai fungsi kendaraan melalui antarmuka digital berpotensi menjadi perlengkapan utama. Material interior juga diperkirakan memperoleh peningkatan karena Pajero ditempatkan sebagai SUV kelas atas dalam jajaran Mitsubishi. Konfigurasi tiga baris akan memberikan kemampuan membawa keluarga sekaligus tetap menyediakan fleksibilitas ruang bagasi ketika kursi belakang dilipat. Fitur kenyamanan seperti pengaturan kursi elektrik, sistem pendingin kabin multizona, kamera di sekeliling kendaraan, serta berbagai tempat penyimpanan dapat menjadi bagian dari perlengkapan. Pembaruan tersebut dibutuhkan agar kemampuan off-road tetap berjalan berdampingan dengan kenyamanan yang diharapkan konsumen SUV modern.
Teknologi keselamatan juga diperkirakan mendapatkan peningkatan besar dengan memanfaatkan perkembangan sistem bantuan pengemudi Mitsubishi. Pajero generasi baru berpeluang mendapatkan pengereman darurat otomatis, pemantauan titik buta, peringatan kendaraan dari arah belakang, adaptive cruise control, hingga sistem yang membantu mempertahankan kendaraan pada jalur. Kamera 360 derajat akan sangat berguna tidak hanya ketika parkir, tetapi juga ketika pengemudi harus menentukan posisi roda saat melewati jalur sempit atau permukaan off-road. Struktur rangka dan bodi juga akan dikembangkan untuk memenuhi standar keselamatan yang semakin ketat di berbagai pasar. Kehadiran sistem bantuan tersebut tidak menggantikan peran pengemudi, tetapi dapat membantu mengurangi risiko dalam situasi tertentu. Paket teknologi keselamatan yang lengkap akan menjadi salah satu unsur penting jika Mitsubishi ingin membawa Pajero kembali bersaing pada segmen SUV besar global.
Kemungkinan hadirnya teknologi hybrid juga menjadi perhatian karena Mitsubishi terus memperluas elektrifikasi pada jajaran kendaraannya. Sistem elektrifikasi dapat membantu menekan konsumsi bahan bakar sekaligus memberikan tambahan tenaga melalui motor listrik dalam kondisi tertentu. Namun, penerapannya pada kendaraan off-road membutuhkan pengembangan khusus karena sistem harus tetap dapat bekerja pada suhu, medan, dan beban yang lebih berat dibandingkan penggunaan kendaraan perkotaan. Penempatan baterai juga harus mempertimbangkan kemampuan kendaraan melewati genangan, ground clearance, serta perlindungan ketika melintasi permukaan berbatu. Mitsubishi memiliki pengalaman mengembangkan teknologi plug-in hybrid melalui Outlander PHEV sehingga basis teknologi elektrifikasi sebenarnya telah tersedia. Apabila opsi tersebut benar-benar masuk dalam jajaran Pajero, konsumen dapat memperoleh alternatif selain mesin diesel konvensional.
Kembalinya Mitsubishi Pajero generasi terbaru berpotensi menjadi langkah penting bagi pabrikan Jepang tersebut dalam memperkuat segmen SUV besar yang memiliki kemampuan off-road. Mesin diesel 2,4 liter dengan tenaga sekitar 201 hingga 204 PS dan torsi yang diperkirakan mencapai 470 Nm menjadi salah satu spesifikasi paling menarik, terutama jika dikombinasikan dengan ladder frame dan Super Select 4WD II. Namun, spesifikasi tersebut masih perlu menunggu konfirmasi penuh Mitsubishi karena informasi menjelang peluncuran dapat mengalami perubahan pada versi produksi. Kehadiran Pajero baru juga perlu dibedakan dari Pajero Sport yang saat ini dipasarkan di Indonesia karena keduanya memiliki sejarah dan posisi produk yang berbeda. Pajero merupakan model tersendiri yang sebelumnya berada pada kelas lebih tinggi, sementara Pajero Sport dikembangkan sebagai SUV berbasis pikap Triton. Jika seluruh informasi mengenai generasi kelima terealisasi, Pajero baru akan membawa kembali nama legendaris Mitsubishi dengan perpaduan kemampuan medan berat, teknologi modern, performa diesel, dan kenyamanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan SUV masa kini.




