Jakarta, 2 September 2026 – Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati memasuki babak baru dalam perjalanan profesionalnya dengan bergabung bersama Blavatnik School of Government, University of Oxford. Sri Mulyani menjalankan peran sebagai World Leaders Fellow untuk periode 2025–2026. Melalui posisi tersebut, ekonom Indonesia itu akan berbagi pengalaman panjangnya dalam pengelolaan ekonomi, kebijakan fiskal, reformasi kelembagaan, hingga menghadapi berbagai krisis kepada mahasiswa dan calon pemimpin dunia. Kegiatan yang dijalaninya tidak terbatas pada aktivitas pengajaran di kelas, tetapi juga mencakup mentoring, diskusi kebijakan, serta pertemuan dengan pemimpin dari berbagai negara.
Program World Leaders Fellowship dirancang untuk menghadirkan figur yang memiliki pengalaman panjang dalam kepemimpinan publik ke lingkungan akademik. Para tokoh tersebut mendapatkan kesempatan berbagi pengalaman langsung dengan mahasiswa dan alumni sekaligus mengeksplorasi pendekatan baru dalam pemerintahan. Bagi Sri Mulyani, kesempatan tersebut memberikan ruang untuk membawa pengalaman selama puluhan tahun berada di pemerintahan dan lembaga internasional ke lingkungan pendidikan. Ia juga dapat bertukar pandangan mengenai berbagai tantangan kebijakan publik yang dihadapi negara-negara di tengah perubahan ekonomi dan geopolitik global.
Sri Mulyani sebelumnya menyampaikan bahwa bergabung dengan Blavatnik School of Government merupakan sebuah kehormatan. Ia melihat institusi tersebut sebagai tempat yang mempertemukan berbagai perspektif mengenai kebijakan publik dan persoalan tata kelola pemerintahan di seluruh dunia. Dalam peran barunya, Sri Mulyani berharap dapat memberikan kontribusi melalui pengalaman yang dimilikinya sekaligus terus belajar dari lingkungan akademik Oxford. Ia juga ingin mendukung generasi baru pembuat kebijakan agar mampu memimpin dengan integritas, kompetensi, dan martabat ketika menghadapi persoalan yang semakin kompleks.
Pengalaman Sri Mulyani menjadi salah satu alasan utama Blavatnik School of Government mengundangnya bergabung. Ia merupakan salah satu Menteri Keuangan dengan masa pengabdian terpanjang di Indonesia sekaligus perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut. Sri Mulyani juga tercatat menjadi Menteri Keuangan yang bekerja di bawah tiga presiden Indonesia secara berturut-turut. Selama berada di pemerintahan, ia menghadapi berbagai tantangan mulai dari menjaga disiplin fiskal, mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong pertumbuhan, hingga mengelola anggaran ketika terjadi guncangan ekonomi global.
Selain pengalaman di pemerintahan Indonesia, Sri Mulyani memiliki rekam jejak panjang di lingkungan internasional. Ia pernah menjabat Managing Director dan Chief Operating Officer Bank Dunia sebelum kembali ke Indonesia pada 2016. Posisi tersebut membuatnya terlibat dalam berbagai persoalan pembangunan dan kebijakan ekonomi yang dihadapi banyak negara. Pengalaman bekerja pada level nasional dan internasional tersebut memberikan perspektif yang luas mengenai hubungan antara kebijakan fiskal, pembangunan, kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan tata kelola institusi publik.
Salah satu pengalaman yang dapat dibagikan Sri Mulyani kepada mahasiswa Oxford adalah proses reformasi Kementerian Keuangan Indonesia. Selama kepemimpinannya, modernisasi dilakukan terhadap berbagai sistem pengelolaan keuangan negara, termasuk perpajakan, kepabeanan, perbendaharaan, transparansi, dan akuntabilitas. Digitalisasi juga menjadi bagian penting dari perubahan tersebut. Pengalaman mengelola organisasi pemerintah dengan puluhan ribu pegawai memberikan perspektif praktis mengenai bagaimana reformasi birokrasi dapat dijalankan dalam institusi besar.
Dekan pendiri Blavatnik School of Government, Ngaire Woods, sebelumnya menyambut bergabungnya Sri Mulyani dengan menyoroti pengalaman luasnya dalam pembuatan kebijakan ekonomi global. Mahasiswa Blavatnik berasal dari lebih dari 60 negara dan banyak di antara mereka dipersiapkan untuk berkarier dalam pelayanan publik maupun pemerintahan. Kehadiran tokoh yang pernah mengambil keputusan ekonomi dalam situasi nyata memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami bahwa kebijakan publik tidak hanya berkaitan dengan teori. Keputusan pemerintah juga melibatkan pertimbangan politik, sosial, institusional, serta konsekuensi ekonomi yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat.
Peran Sri Mulyani di Oxford juga memperlihatkan kelanjutan hubungan dirinya dengan dunia akademik. Sebelum memiliki perjalanan panjang dalam pemerintahan dan lembaga internasional, ia telah memiliki latar belakang kuat sebagai ekonom dan akademisi. Sri Mulyani merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sebelum melanjutkan pendidikan master dan doktoral di University of Illinois Urbana-Champaign, Amerika Serikat. Kombinasi pengalaman akademik dan praktik kebijakan membuat perannya di Blavatnik berada di antara dua dunia tersebut.
Kehadiran Sri Mulyani di Blavatnik School of Government pada akhirnya memberikan kesempatan bagi pengalaman pengelolaan ekonomi Indonesia untuk menjadi bagian dari pembelajaran calon pembuat kebijakan internasional. Selama menjalani fellowship, ia akan berbagi pengetahuan melalui mentoring mahasiswa dan alumni, mempertemukan pemimpin global, serta membahas pendekatan inovatif terhadap pemerintahan. Setelah bertahun-tahun berada di pusat pengambilan kebijakan ekonomi, Sri Mulyani kini membawa pengalaman tersebut ke lingkungan akademik. Perjalanan barunya di Oxford sekaligus membuka ruang bagi perspektif Indonesia untuk semakin banyak hadir dalam diskusi mengenai kebijakan publik dan tata kelola global.




