Jakarta, 10 Mei 2026 – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap kronologi wafatnya Haerul Saleh yang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan berbagai pihak.
Menurut Amran, almarhum sempat menjalankan aktivitas dan tugas seperti biasa sebelum kondisi kesehatannya menurun. Kabar wafatnya Haerul Saleh kemudian mengejutkan banyak pihak, terutama kolega di lingkungan Badan Pemeriksa Keuangan dan pemerintahan.
Amran mengenang Haerul Saleh sebagai sosok yang berdedikasi tinggi, pekerja keras, dan memiliki hubungan baik dengan banyak kalangan. Ia juga menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas kepergian almarhum yang dinilai telah memberikan kontribusi besar selama menjalankan tugas negara.
Setelah kabar duka tersebar, rumah duka dipenuhi pelayat dari berbagai latar belakang, mulai dari pejabat pemerintahan, rekan kerja, sahabat, hingga masyarakat yang datang memberikan penghormatan terakhir. Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan jenazah menuju kampung halaman almarhum di Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Amran turut menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan menghadapi masa duka. Ia juga mengajak semua pihak mengenang pengabdian Haerul Saleh sebagai teladan dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab.
Kepergian Haerul Saleh menjadi kehilangan besar bagi lingkungan BPK dan berbagai pihak yang mengenalnya. Banyak rekan kerja menilai almarhum sebagai figur profesional yang dikenal rendah hati dan dekat dengan banyak orang.
Momen duka ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah aktivitas dan tanggung jawab pekerjaan yang padat. Doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai pihak untuk almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.







