Toronto – Kapten Granit Xhaka menegaskan bahwa Switzerland national football team akan tampil agresif sejak peluit awal saat menghadapi Qatar national football team dalam laga Grup B Piala Dunia 2026.
Xhaka menyebut Swiss tidak ingin memberi kesempatan kepada Qatar untuk mengembangkan permainan. Karena itu, timnya berencana menerapkan tempo tinggi dan tekanan intensif sejak awal pertandingan guna mengontrol jalannya laga serta mengamankan tiga poin penting.
Menurut gelandang berpengalaman tersebut, pertandingan pertama di fase grup selalu memiliki arti krusial. Hasil positif pada laga pembuka dapat menjadi modal berharga untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya dalam persaingan menuju babak gugur.
Swiss datang ke turnamen dengan kepercayaan diri tinggi berkat perpaduan pemain senior dan generasi muda yang semakin matang. Selain Xhaka, skuad Nati juga memiliki sejumlah pemain yang berpengalaman tampil di kompetisi elite Eropa dan turnamen internasional.
Di sisi lain, Qatar bertekad memberikan perlawanan sengit meski berstatus sebagai underdog. Tim asal Timur Tengah itu ingin membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan negara-negara yang memiliki tradisi sepak bola lebih kuat.
Xhaka menilai Qatar tetap merupakan lawan yang berbahaya dan tidak boleh diremehkan. Ia meminta rekan-rekannya untuk tetap fokus sepanjang pertandingan serta memanfaatkan setiap peluang yang tercipta.
Strategi menekan sejak awal diyakini menjadi salah satu senjata utama Swiss untuk memecah konsentrasi lawan. Dengan penguasaan bola yang baik dan organisasi permainan yang solid, Nati berharap dapat mendominasi jalannya pertandingan sejak menit-menit pertama.
Duel Qatar kontra Swiss diperkirakan berlangsung menarik karena kedua tim sama-sama mengincar hasil maksimal. Namun dengan pengalaman dan kualitas skuad yang dimiliki, Swiss sedikit lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan pada laga pembuka Grup B Piala Dunia 2026.




